Postingan

Baris Mantra dalam Buku

Buku-buku itu  telah berdebu dan usang, yang menutup baris mantra dan kalimat cinta terhimpit di antara lembar dan sampul. yang baris-barisnya mungkin asing atau bahkan tak pernah menemui kisah kita. "Kita berlarian, tertawa, dan menari bersama secara riang" terlalu asing, bahkan dalam imajinasi. ingin sekali aku membacakan baris demi baris Tapi kau tak ada disini. hanya aku dan buku-buku berdebu.

Musim-musim

Di musim kemarau yang berangin parau Tatapanmu menggersang Menerka jauh, padaku, pada tanah-tanah yang retak, juga yang berdahaga Dengan begitu erat Kau mendekap awan yang mengandung hujan awan membatu, tentu Kaulah Sang Tuan Tiada jalan yang mampu maka kedua mataku berlinang getir ah, ke mana air itu jatuh mengalir, mengisi tanah-tanah yang retak, juga yang berdahaga, atau hanya tergenang, terkenang, lalu menghilang Meski begitu, dekapanmu tak luruh, juga tatapanmu yang menggersang itu.

Hujan yang Tak Pernah Kembali

(Setelah) Jatuh, dengan acak dan bebas. Siapa yang lebih berani; Siapa lagi yang lebih yakin daripada hujan yang tak pernah kembali ke pangkuan kawanan awan yang mengandungnya di sepanjang kemarau; lalu. Justru membumi bersama jasad-jasad mati, yang tak pernah (jua) lagi menghirup aroma hujan yang angu.

Sajak Sundak

Tak ada yang lebih ngeri selain sajak sundak. Melekapkan kelopak Menggelorakan kantuk, menelusuk nafas-nafas malam, yang ringin dingin Berkunjung pada seluruh mimpi, juga kesedihan-kesedihan. Semantik sepi dan Aku, jauh dan Kamu. Menyatakan jarak dengan kukuh diantara sesak kenang.

Sarcasm

Kalimat yang tajamnya melebihi pedang Menjurus yang tak hanya menembus leher Menyobek hipokondria tanpa mengeluarkan darah "Mengapa kau harus menunggu Untuk merawat Untuk mendoakan Untuk bertemu Untuk berkabar Untuk mengasihi Untuk mengobati Untuk memberi bunga Untuk bergabung Mengapa kau harus menunggu Aku Mati!"                                              Agustus, Mojokerto 

Apa itu merdeka? 2

  "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa" Terngiang pembukaan peraturan yang dibuat dengan Rima padat Namun sejurus hilang sakral maklumat Akibat ulah rakus kelompok sejawat Pencucian uang besar-besaran dilakukan besan Seolah dianggap wajar dan menjadi delik aduan Semua terukur, terstruktur secara strata  Bebas bersyarat dengan pembagian rata Jangan sertakan logika dalam alasan kuasa Banyak hal memang diluar nalar sekolah dasar Instansi perawat moral yang mengajari mencuri Dengan mencuci akibat sedikit dari gaji Branding mutakhir ibu kota Dengan target market penduduknya Cerminan yang sedikit menggeleng kepala Adakah negara berbisnis pada rakyatnya? Penjajah yang menjelajah kasat mata Dikalahkan oleh sekelompok ahli sinyal tanpa tanda Tak ada lagi yang sadar akan bahaya Sebab kita tak mengenal ancamannya Terkesan sangat tidak sederhana Begitu rumitnya mengurus negara Apalagi menguras sekuat sumber dayanya Dengan akal 4.0 mustahil mengatasinya Hirap rasa c...

Apa itu merdeka?

 Banyak orang bilang merdeka Padahal aku sendiri tak tahu maknanya Yang ku tahu seorang anak kecil merintih menahan lapar Karena nasinya di ambil kucing liar Hampir setiap orang berteriak merdeka Aku sendiri garuk garuk melihatnya Terherankan oleh ibu yang menangis meronta Karena rumahnya digusur oleh petugas negara secara paksa Seluruh negeri tahu sekarang hari merdekanya Padahal aku sendiri masih bingung melihatnya Seorang gadis menangis histeris Karena tahu dirinya tak lagi gadis Apa arti merdeka Entahlah aku tak tahu juga Akan kutanyakan pada anjing tuan rudi Yang setiap harinya tak pernah mati.                                        Kediri, Agustus 2018